RX-King, legenda raja jalanan
O ya ngomong2 soal RX-King, aku dah cerita belum soal RX-King paman ane yang dijual murah gara-gara dia sakit diabet dan butuh duit buat biaya pengobatan. Betule pengen itu leken, sekalian belajar pake motor koplingan. Eh sang papa malah punya pendapat lain dengan membelikan ane Supra X 125. Duh eman cak, padhal New RX-King (yang lampunya bunder itu lho) itu waktu dijual masih kilometer 4000 apa 6000 gitu, harganya ya lumayan – beli baru Rp 18,5 dilepas Rp 13 jutaan (kalau ga salah). Tapi ga apa apa kok Supra irit, bensin 10ribu bisa buat 4 hari huakakak.
Dan memang kalau mau bercerita sejarah RX-King memang harus ngomongno RX-K sisan, ya gimana lagi, mereka masih saudara kandung kayak Honda Kharisma-Supra X 125, mesinnya hampir sama, cuma beda beberapa komponen
Aslinya RX-K adalah obsesi Yamaha Jepang sono buat membuat motor dengan cc-kecil tapi larinya kayak Harley Davidson. Pada 1970 dikembangkanlah RX-K 135cc, tapi memang RX-K ga berumur lama di Jepang, makanya sekarang sendiri susah cari peninggalan RX-K di Jepang. Btw katanya jaman dulu anggota gangster Yakuza suka naek RX-K lho — ya katanya orang-orang Jepang yang udah tua lho.
Ceritanya berlanjut di Indonesia (ya RB92 aja lahrinya 1992 hehehe) pada tahun 1980, YMKI memasukan motor RX-K 135cc (pasnya sih 132cc), kalau dipelototin saingannya ya Honda GL125 (katanya papa waktu itu belum ganti nama jadi GL Max
RX-K
sorry gam
No comments:
Post a Comment