Friday, February 22, 2013

otomotif

Yamaha RX-King tekuk Kawasaki Ninja250r??… Juni 6, 2011

Posted by iwanbanaran in Kawasaki, Yamaha.
Tags: ,
trackback
Tidak heran King disebut motor jambret. Dengan Cc sama, tarikan sulit dicari tandingannya. Dan…tanpa sengaja IWB buka-buka artikel lawas, disitu menemui link Youtube pengunjung warung tentang sebuah tayangan Ninin250r diadu dengan sikobra. Jelas terlihat…King unggul satu body lebih dari kuda besin 250cc pararel engine….
Drag race sepertinya hanya iseng belaka. Ketika kita perhatikan secara detil, King telah dimodifikasi total dengan menurunkan stang plus shockbraker. Kaki-kaki juga telah berubah layaknya motor kompetisi. Ban kecil serta stang jepit nunduk. Yah…PWR tentu sangat berpengaruh dan RX-King diuntungkan dari sisi itu. Salutnya berdasarkan informasi sang pengupload, sikobra masih bercc standart…yakni 135cc. Terus gimana dengan Ninin?? apakah masih standart?? eittt jangan terpengaruh dengan tampilan mzbro. Sebab waktu IWB coba mendengarkan dengan seksama lewat headphone…jebule knalpot Ninja250r sudah mengaplikasi racing tipe. Raungannya khas freeflow muffler. Hhhmmm….tidak diragukan soal kecepatan, engine 2stroke memang sulit dikalahkan. Biaya oprek murah sudah ngacirrrr. Yup…itulah asyiknya sikobra. Btw…jika trek lebih panjang, bisa jadi hasil terbalik. Entahlah. Last…monggo intip aja videonya langsung….. (iwb)

otomotif

Deus Bali CB100: ‘Inari’

Honda CB100 custom motorcycle from Deus Bali
If I were looking for a lifestyle change, hanging out in Bali building custom bikes and surfboards would be near the top of my list. The guys at Deus have obviously been thinking along the same lines, because they’ve just set up the Deus Canggu bengkel (workshop). And this bike is one of the first fruits of their labors. Called ‘Inari’, after the Japanese Shinto spirit of fertility and success, it’s based on a humble 1976 Honda CB100—one of the most popular bikes in Indonesia. Virtually nothing of the original machine remains, though: the engine has almost doubled in size to 180cc, and the front and rear suspension is from a Yamaha 225. And despite Inari’s diminutive size, she carries her Bratstyle influence well. Yes, she’s a lightweight bike, but the motorcycling environment in Bali is very different to what most of us are used to—and the local custom scene reflects that. Here, Deus is creating smaller bikes with robust suspension and simple mechanicals that don’t require a degree in electronics to fix. According to their Bali guys, “We are currently building ‘The Deus Temple of Enthusiasm’ in Canggu. This 2000m2 site will be a clever combination of new and 100-year-old traditional Indonesian wooden houses, taking reference from a Kampung, or traditional Indonesian home village. This somewhat eclectic collection of buildings will house the showroom, art gallery, workshop facilities, photographic studio, artists studio, and even a surfboard shaping bay. Connected by a wide veranda full of tables and chairs is the Deus Cafe, where eventually Canggu locals, pro surfers and artists will rub elbows with riders gassing up on caffeine whilst out on their Bali excursions. A melting pot of ideas and ideologies, a Warung (stall) of Knowledge.” It’s a good location: Canggu is an area increasingly popular with expats, with the new Canggu Club nearby, and just up the road is a beautiful house owned by Deus founder Dare Jennings. I’m green with envy already. [Check out the Deus Bali blog for more images of their bikes. And if you're in Sydney, look out for these beautiful Bali-made tanks in the HQ soon.]
Build sheet
Rebuilt Honda 1976 CB100 Engine bored out to 180cc
88mm aftermarket piston

Thursday, February 21, 2013

ototren

Suzuki Crystal 110…riwayatmu kini

Posted on 15 November 2010
76

Kalau boleh dibilang pada era 90′an adalah masa keemasan pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group), bagaimana tidak pada waktu itu motor-motor sport maupun bebek berteknologi 2 tak sangat mendapat apresiasi besar dari para penikmat produk keluaran pabrikan berlogo S tersebut. Dan bisa dibilang juga, bagi konsumen waktu itu jika mau motor kencang nan sporti yaaa…pilihannya jatuh ke Suzuki, dan bahkan sampai saat ini pula trade mark kencang juga masih dipegang oleh Satria FU 150.
Sedikit menoleh kebelakang tentang produk motor kelas bebek dari pabrikan Suzuki waktu itu, pada tahun 1990, Indomobil Group devisi roda dua menelorkan bebek dengan kapasitas mesin terbesar dikelasnya. Yup…Suzuki Crystal 110, pioner bebek bermesin 110 generasi RC dikeluarga Suzuki. Kehadiran motor ini adalah sejatinya sebagai penerus tongkat estafet kesuksesan Suzuki Sprinter dipasaran roda dua negeri ini.
Dengan menampilkan design yang ramping, agak lancip tapi tidak terlalu kaku, terlihat sangat dinamis untuk dikendarai. Menggunakan wheel base tidak panjang mampu membuat bebek sporti waktu itu, memberikan akselerasi spontan nan menawan. Berbeda dengan sang kakak yaitu RC 80 atau 100 Bravo, dimana pijakan kaki boncenger masih menyatu dengan swing arm, sehingga membawa efek tidak nyaman saat dibawa kejalanan makadam, maka dimotor ini hal itu sudah tidak akan terjadi karena penggunaan foot step boncenger yang terpisah dari swing arm mampu memberikan kenyamanan pada rekan tandem sewaktu riding bersama.

ototren

Di masa kejayaan motor 2 tak, siapa yang tidak kenal dengan bebek bertampang keren dan AGRESIF ini. SUZUKI Satria-Hiu adalah nama keren yang di bawa oleh generasi motor bebek keluaran Suzuki yang sebelumnya juga telah di luncurkan versi Satria-S dan Satria-R dengan kapasitas silinder yang sama 120cc. Hanya saja berbeda di jumlah gear speed dan beda bentuk body.


Satria RU LSCM-Hiu seri pertama di luncurkan pada tahun 2003 dan berakhir di era awal 2005. Sangat di sayangkan kejayaannya tergeser oleh semaraknya motor bebek 4tak yang mulai mendominasi populasi motor di Indonesia.

Sejak seri Satria di luncurkan oleh pabrikan Suzuki, hanya Yamaha Force-1 series sampai F1Z-R yang menjadi rival abadi generasi Satria. Akan tetapi dari 2 kubu ini tidak dapat di bandinggkan dengan sejajar karena mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2. Dari seri-seri perlombaan atau Road Race, hanya di dalam kelas Underbone keduanya bisa bertemu untuk beradu kekuatan dan kecepatan.

Suzuki Satria-Hiu tetaplah menjadi legenda di jaman motor 2tak type bebek khusunya. Banyak biker yang mempunyai kenangan tersendiri dengan karakter motor yang satu ini. Roh Satria-Hiu tetap terasa kuat bagi biker yang pernah mengenal di masa era motor 2tak sepuluh tahun silam. Karena itulah di jaman motor 4tak sekarang ini, pabrikan Suzuki tetap menyematkan nama SATRIA untuk generasi bebek sport 4tak yang juga menjadi idola biker Indonesia.

kelebihan+gesit bertenaga+cepet dapat topspeed...
ituh aja

kekurangan+boross+ngebul maklum 2tak+aga ribeed rawatnya cos 2tak..memiliki 2 oli..

materi referensi:

lupa-lupa-inget
  • 10 bulan lalu

ototren

SIKLUS MESIN 2 TAK
SIKLUS MESIN 2 TAK
PRINSIP KERJA 2 TAK
Meski mesin 2 tak terlihat lebih simple dari mesin 4 tak, dengan komponen yang sangat sedikit, hanya piston didalam silinder, namun sesungguhnya mesin 2 tak sangat komplex dalam kalkulasi : utamanya memanfaatkan dinamika gerak gas dalam mesin untuk menghasilkan tenaga. Ada fase-fase berbeda yang sangat berpengaruh didalam crankcase maupun didalam blok cylinder pada waktu bersamaan, sehingga mesin 2 tak mampu bekerja lebih efisien (hanya cukup 360 derajat putaran kruk as, dibanding 720 derajat putaran kruk as oleh mesin 4 tak) inilah yang menyebabkan ledakan tenaga mesin 2 tak terasa menyengat dibanding 4 tak. Rahasia tenaga mesin 2 tak adalah pengaturankompresi primer dan sekunder didalam mesin.
Inilah mengapa seringkali kita menyarankan pada rat rider kalau ingin mengirim mesin untuk dikerjakan sebaiknya seluruh mesin atau motornya dipaketkan sekalian, karena tidak cukup hanya modifikasi blok atau head saja. Mari kita amati cara kerja mesin 2 tak dalam sisi dinamika gas :
1)    Awal mula piston berada pada titik mati atas (TMA , nol derajat kruk as) bunga api mulai meletik dan gas dalam ruang bakar menyebar dan mendorong piston turun sebagai awal langkah usaha. Gaya dorong piston ini menekan gas ke dalam crankcase hingga menyebabkan petal terbuka. Kompresi pada kruk as tersebut penting untuk menimbulkan kekuatan hisap pada reed valve, apalagi dibantu membran seperti v-Force dengan banyak katub buluh sehingga meski kompresi rendah campuran gas segar sudah dapat dengan mudah masuk. Pada sudut 90 derajat kruk as, dan piston berada dalam akselerasi negatif maksimum, porting exhaust terbuka sebagai tanda berakhirnya langkah usaha. Gas panas akan terbuang dengan sendirinya keluar ke knalpot. Kompresi pada kruk as mulai melemah saat porting transfer mulai terbuka. Tekanan dalam silinder harus diturunkan lebih rendah dari tekanan pada crankcase dengan tujuan agar gas yang tidak terbakar dapat keluar dari transfer ports selama masa pembilasan.
2)    Transfer port terbuka sekitar 120 derajat sebelum titik mati bawah (TMB). Pembilasan dimulai. Artinya gas segar keluar dari porting transfer dan menyatu untuk membentuk sebuah siklus. Gas akan bergerak ke atas menuju belakang silinder dan berputar  terus membilas sisa gas pembakaran dari proses power stroke. Penting bahwa sisa gas pembakaran harus dibuang sempurna, untuk membuka ruangan bagi campuran udara segar ke dalam ruang bakar. Itu adalah kunci membuat tenaga besar pada mesin dua tak. Semakin banyak gas segar yang mampu di kompresi pada kubah pembakaran = semakin besar tenaga tercipta!

ototren

KOREK MESIN FIZ R

BALAP IS THE BEST MAS BRO.......


Merubah tenaga dari mesin 2 tak sesungguhnya sangat simple ketika kamu mengetahui teknik dasar mesin 2 tak. Kebanyakan kesalahan adalah memilih kombinasi yang kurang pas dari komponen mesin sehingga mesin justru berlari lebih parah dari standardnya, pernah mengalami? Karena memodifikasi mesin 2 tak memerlukan tidak hanya budget yang besar dalam pendanaan melainkan juga strategi modifikasi. Seperti kutipan graham bell pada halaman pertama buku TWO-STROKE PERFORMANCE TUNING karangannya, modifikasi dan pengerjaan yang terlalu berlebihan ( bore up , porting terlalu lebar / tinggi ) bisa jadi justru menyakitkan karena hasil yang jauh dari harapan. Namun pengerjaan sederhana, berhati-hati, dan menunda untuk modifikasi extreme belakangan bisa jadi adalah kunci kinerja mesin 2 tak.

otomotif

Kalo servis rutin vega r, jangan cuma diem aja sambil duduk baca koran. Sedapat mungkin perhatikan sang montir yang lagi 'megang' motor kita. Karena dari situ kita bisa belajar ngerawat motor dan seluk beluk konstruksi motor kita. Sehingga sewaktu-waktu dalam keadaan darurat kita bisa 'megang' sendiri motor kesayangan kita.

Dibandingin produk selevelnya, Yamaha Vega R punya ciri khusus yang paling menonjol, yakni tarikan awal dan power untuk melakukan akselerasi lebih 'Joss'. Dan itu emang sedikit mempengaruhi konsumsi BBM di tanki. Saya pernah coba nurunin setelan gas vega r saya, hasilnya emang sedikit lebih irit. Tapi tarikannya malah jadi kurang mantap. Seolah ada celah kosong yang bikin motor kita nyentak-nyentak saat diajak lari pelan. Nah kalo udah gitu, cepet2 balikin stelan gas ke posisi semula. Malahan kalo perlu, tiap 6 bulan sekali, minta montirnya untuk stel ulang klep vega r supaya tarikannya kaya baru lagi.

Rantai juga perlu mendapatkan perhatian khusus, apalagi saat musim hujan gini, pasti sering kendor. Vega r punya karet arm yg letaknya pas dibelakang engine dan ditutupin mika warna hitam di sebelah kiri yang berfungsi buat ngelindungi besi arm tengah dari gesekan rantai saat kendor. Nah kalo rantai dibiarin kendor, biasanya karet ini lama2 akan aus dan putus. Akibatnya rantainya jadi bunyi karena gesekan dengan arm tadi.